Perbedaan Trading dan Investasi

Apa Perbedaan Trading dan Investasi? Berikut Penjelasanya!

Pasar saham yang semakin diminati belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat yang berpartisipasi di dalamnya. Tidak sedikit yang terkadang masih bingung dengan istilah trading dan investasi ketika memutuskan untuk bermain saham. Jika dilihat dari pengertiannya, ada hal dasar tentang Perbedaan Trading dan Investasi yang perlu kamu ketahui sebelum memulainya. Langsung saja masuk ke pembahasanya agar kalian tidak salah melangkah.

Apa itu Investasi?

Investasi adalah kegiatan menempatkan modal berupa uang atau harta berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan investor atau penanam modal akan memperoleh keuntungan setelah jangka waktu tertentu. Pada umumnya, opsi investasi pasar modal yang juga termasuk saham yang ditujukan untuk jangka panjang. Investasi ini juga bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari perorangan hingga perusahaan.

Apa itu Trading?

Trading adalah suatu kegiatan yang berlangsung di pasar keuangan dengan tujuan untuk melakukan aktivitas trading dalam waktu yang singkat dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Trading tidak terbatas pada saham saja. Ada jenis lain yaitu trading forex atau mata uang asing, trading bitcoin, trading emas, trading binary yang akhir-akhir ini menjadi topik hangat di masyarakat.

Perbedaan Trading dan Investasi

Apa Perbedaan Trading dan Investasi? Berikut Penjelasanya!

Sepintas memang tampak mirip dari segi penjelasan di atas, itu karena keduanya sama-sama melakukan jual beli saham atau instrumen lainnya. Bahkan, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memaksimalkan keuntungan. Namun, ada beberapa hal lain yang mendasar dan membedakan kedua kegiatan tersebut.

Pada kesempatan kali ini EnkaMedia.com akan menjelaskan perbedaan antara trading dan investasi yang perlu Kamu pertimbangkan sebelum mengambil keputusan:

  1. Perbedaan Prinsip untuk Mencapai Tujuan

Mereka yang memilih investasi, seperti disebutkan di atas, telah mengalokasikan waktu yang lama untuk mencapai hasil yang optimal. Biasanya mereka yang memutuskan untuk berinvestasi akan bermain aman dengan memilih membeli saham dari perusahaan yang memiliki kinerja bagus dan harus memilih jenis investasi seperti: investasi reksa dana, investasi reksa dana pasar uang, investasi reksa dana pendapatan tetap dan investasi reksa dana campuran. Mereka juga akan menyimpannya sebagai tabungan untuk digunakan di lain waktu.

Artikel Populer  Pengertian Investasi Serta Manfaat dan Tujuan Berinvestasi

Orang yang memilih untuk berinvestasi juga cenderung santai. Mereka tidak berkewajiban untuk menganalisis atau mengamati fluktuasi nilai pasar setiap saat. Prinsipnya beli dan simpan.

Bagi yang melakukan trading, prinsip yang digunakan adalah prinsip jual beli. Biasanya, seorang trader sudah memiliki benchmark suatu saham pada kisaran harga tertentu dan akan menjualnya kembali dalam jangka pendek jika nilai saham sudah mencapai angka yang diinginkan. Hitungannya bisa dalam hitungan jam, hari atau minggu.

Di sini Kamu perlu komitmen karena Kamu perlu bersabar dalam mengamati fluktuasi nilai pasar dan melakukan analisis mendalam agar tidak rugi karena transaksi di bawah angka target. Meski begitu, aktivitas trading ini juga bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengganggu pekerjaan utama Kamu.

  1. Risiko yang Berbeda

Apa Perbedaan Trading dan Investasi? Berikut Penjelasanya!

Ini adalah sesuatu yang perlu diingat antara investasi dan trading. Perbedaan utama lainnya antara investasi dan trading adalah terkait risiko. Berinvestasi memiliki risiko yang lebih rendah karena sebagai investor, Kamu harus menghindari kerugian sebanyak mungkin.

Di sini, investor yang memang ingin menabung dan mengelola keuangannya untuk jangka panjang akan memilih saham blue chip dengan fundamental bisnis yang baik. Investor juga percaya bahwa perusahaan yang baik ini memiliki kinerja jangka panjang yang baik.

Sedangkan risiko trading lebih besar karena mereka cenderung memilih saham kelas tiga. Saham-saham terpilih cenderung memiliki potensi untuk mengapung cukup tinggi. Sebagai permulaan, Kamu harus mencoba akun yang memberikan demo atau panduan berupa strategi dan analisis dalam trading.

Juga, Kamu harus berhati-hati dengan broker jika Kamu ingin menjadi seorang trader. Kamu harus terlebih dahulu mempelajari dan mencari informasi atau bahkan riset agar Kamu benar-benar memahami broker yang Kamu pilih. Kamu juga perlu melakukan riset untuk memilih broker yang benar-benar memenuhi kriteria.

Artikel Populer  Cara Membeli Bitcoin Dengan Pulsa! Beserta Tips Membeli Bitcoin

Di sisi lain, ada broker trading yang mengharuskan Kamu untuk menyetor dalam jumlah yang sangat besar. Ini benar-benar bisa memberi Kamu keuntungan tinggi. Namun, ini juga yang bisa menjerumuskan Kamu ke dalam kerugian yang tinggi juga. Perhatikan juga bahwa tidak ada lembaga dalam bisnis ini yang bisa memberi Kamu jaminan deposit.

  1. Elemen Pelindung

Saat berinvestasi, investor menikmati keuntungan seperti bonus, dividen, pemecahan saham dan lain-lain. Ini adalah strategi investor untuk menciptakan kekayaan dengan bunga majemuk dan dividen. Oleh karena itu, berinvestasi di perusahaan yang kuat secara fundamental akan memudahkan untuk kembali ke nilai sebenarnya dari waktu ke waktu dan kerugian akan diperoleh kembali.

Sementara dalam trading, trader hanya memegang saham untuk interval jangka pendek. Mereka tidak menikmati keuntungan berupa dividen, pecahan saham dan lainnya. Di sini, elemen pelindung trader adalah stop loss atau tindakan menjual saham pada harga tertentu untuk membatasi kerugian. Untuk alasan ini, trader bergantung pada waktu pasar, sehingga mereka perlu berhati-hati dalam menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar saham.

  1. Analisis yang Digunakan Berbeda

Apa Perbedaan Trading dan Investasi? Berikut Penjelasanya!

Jika Kamu tertarik untuk berinvestasi, analisis fundamental adalah hal yang tepat. Analisis fundamental ini melihat segala sesuatu yang bisa menggerakkan harga saham. Kinerja keuangan, potensi industri, tingkat persaingan antar perusahaan, analisis pasar dan ekonomi makro dan mikro perlu dipertimbangkan. Analisis ini sangat cocok untuk menganalisis investasi jangka panjang.

Hal ini sejalan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendekatan investasi seperti industri, kondisi ekonomi, kondisi pasar keuangan dan pesaing. Oleh karena itu, analisis ini juga memiliki dua pendekatan untuk menganalisis kinerja perusahaan.

Pertama, pendekatan top-down dengan melihat gambaran besar perusahaan yang dijadikan objek. Kedua, pendekatan bottom-up dilakukan dengan melihat detail perusahaan yang menjadi objek, misalnya dengan melihat kondisi keuangan dan persaingan dengan kompetitor.

Artikel Populer  13 Investasi Modal Kecil yang Menguntungkan untuk Pemula

Jika Kamu mempertimbangkan untuk menjadi seorang trader, analisis teknikal adalah yang tepat. Analisis ini berfokus pada sejarah pergerakan harga. Dalam hal ini sangat penting untuk memperhatikan model kenaikan dan penurunan harga yang telah dirintis oleh suatu perusahaan. Visualisasi analisis ini didasarkan pada pola perubahan harga, terutama melalui chart atau grafik sehingga orang yang melakukan analisis harus memahami pergerakan grafik harganya.

Analisis ini sangat cocok untuk menganalisis investasi jangka pendek. Indikator yang berpengaruh dan sering diulas dalam analisis teknikal adalah indikator teknikal, psikologi pasar, pengelolaan uang dan premi risiko.

Itulah perbedaan trading dan investasi yang perlu Kamu ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi atau memilih untuk melakukan trading. Dengan memahami perbedaan antara trading dan investasi, Kamu bisa menentukan mana yang sesuai dengan tujuan, kebutuhan, dan kesiapan Kamu. Jadi, apakah Kamu tertarik untuk trading atau investasi? Jangan lupa untuk menyesuaikan diri agar tidak salah pilih.