Investasi Saham

Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham dan Trading

Sama halnya dengan mencari sebuah keuntungan dan menambah kekayaan, dalam dunia investasi saham ada dua kegiatan yang dilakukan untuk bisa berhasil memaksimalkan keuntungan dari saham. Yakni, investasi dan trading.

Meski terlihat sama, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dari segi langkah transaksi maupun tujuan bermain saham. Informasi ini sebenarnya sangat penting bagi investor sebelum terjun ke investasi saham. Dengan begitu, Kamu tahu saham apa yang harus dibeli, berapa banyak, dan akhirnya digunakan untuk apa.

Bagi kamu yang tertarik untuk belajar bermain saham. Sebelum mengetahui perbedaan antara investasi dan trading saham, Kamu harus tahu dulu arti dan cara kerja saham. Untuk itu, EnkaMedia.com akan menjelaskan cara kerja saham tersebut.

Apa itu saham?

Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham dan Trading

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan atas sebagian kekayaan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pemegang saham juga dianggap sebagai pemilik perusahaan. Hal ini tentunya berkaitan dengan laporan keuangan ya.

Perusahaan yang listing di bursa tentu ingin mendapatkan tambahan modal. Hasil penjualan saham tersebut akan digunakan untuk operasional dan pengembangan usaha. Perusahaan tentu akan mencari keuntungan yang lebih baik dengan dana dari luar tersebut.

Pemegang saham tentu akan mendapatkan return dari keuntungan perusahaan. Pengembalian keuntungan perusahaan ini adalah dividen yang dibagikan pada waktu-waktu tertentu. Untuk mendapatkannya, investor harus memiliki saham untuk jangka waktu tertentu sebelum pembagian dividen.

Untuk memiliki saham, Kamu bisa membelinya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembelian saham tersebut akan dilakukan melalui perusahaan sekuritas atau broker. Sebelum itu, Kamu harus memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk bertransaksi di bursa.

Artikel Populer:  11 Aplikasi Trading Crypto Terbaik & Terlengkap untuk Pemula

Selain untuk investasi, saham juga bisa dijadikan sebagai instrumen trading. Ini berarti Kamu bisa membeli dan menjual saham untuk mendapatkan keuntungan. Cara sederhananya adalah dengan membeli saham saat harga sedang turun dan kemudian menjualnya saat harga saham sedang tinggi. Dengan begitu, Kamu akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga saham.

Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham dan Trading

Saham sendiri terbagi menjadi beberapa jenis menurut pertimbangan tertentu. Apa saja jenis saham? Penting untuk dipahami sebelum benar-benar terjun ke investasi saham. Berikut adalah beberapa jenis saham yang harus Kamu ketahui:

Bearer Stock

Bearer Stock adalah saham yang namanya tidak tertulis pada saham tersebut. Saham jenis ini mudah dipindahkan ke pihak lain.

Registered Stock

Registered Stock adalah saham yang nama pemiliknya tertulis dalam saham tersebut. Saham jenis ini sulit untuk dialihkan kepada pihak lain, karena diperlukan syarat dan prosedur tertentu.

Blue-Chip Stock

Blue-Chip Stock adalah saham biasa dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

Income Stock

Income Stock adalah saham biasa dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.

Growth Stock-Wellknown

Growth Stock-Wellknown adalah saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis yang memiliki reputasi tinggi. Selain itu, ada juga saham-saham pertumbuhan yang kurang dikenal, yaitu saham-saham dari emiten yang bukan merupakan pemimpin di industri tetapi memiliki karakteristik growth stock.

Speculative Stock

Yang dimaksud dengan Speculative Stock adalah saham perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh laba yang tinggi di masa yang akan datang, meskipun tidak pasti.

Counter Cyclical Stock

Counter Cyclical Stock yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi makroekonomi atau situasi bisnis secara umum.

Artikel Populer:  Pengertian Investasi Serta Manfaat dan Tujuan Berinvestasi

Sektor yang Terdapat di Saham

Tercatat di Bursa Efek Indonesia terdapat ratusan perusahaan yang telah tercatat di bursa saham. Perusahaan-perusahaan ini dibagi menjadi sembilan sektor. Berikut ini adalah sektor-sektor perusahaan yang tercatat di bursa saham.

  1. Mining
  2. Agriculture
  3. Chemicals and Basic Industry
  4. Miscellaneous Industry
  5. Property, Real Estate, and Building Construction
  6. Finance
  7. Consumer Goods Industry
  8. Infrastructure, Transportation and Utility
  9. Travel, Service, and Investment

Cara Kerja Saham untuk Investasi

Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham dan Trading

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang paling menjanjikan. Tentu banyak keuntungan yang bisa didapatkan investor. Jika kinerja perusahaan bagus, maka keuntungan yang diperoleh investor juga akan berlipat ganda.

Untuk mendapatkannya, Kamu harus berinvestasi dalam jangka panjang. Artinya Kamu harus terus memegang kepemilikan saham tersebut dalam waktu yang lama. Akan lebih baik lagi jika jumlah kepemilikan saham yang dimiliki bisa ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, Kamu juga membutuhkan analisis fundamental dalam membaca pasar saham. Ketahui juga laporan keuangan perusahaan sebelum akhirnya membeli bahkan menambah jumlah kepemilikan saham. Memilih perusahaan dengan laporan keuangan yang baik tentunya berpotensi membuka peluang keuntungan yang besar.

Perusahaan dengan kinerja yang buruk akan diikuti dengan penurunan harga saham. Hal ini akan mendorong lebih banyak investor untuk menjual sahamnya. Semakin banyak yang menjual, semakin rendah harganya.

Manfaat Saham untuk Investasi

Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan investor saat menggunakan saham sebagai instrumen investasi.

Keuntungan Dividen

Jenis investasi ini memungkinkan Kamu untuk memperoleh keuntungan dalam bentuk dividen. Emiten mengeluarkan dividen setiap kali perusahaan mereka memperoleh keuntungan. Biasanya dibagikan setiap tahun sesuai dengan nilai saham yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan.

Bentuknya seperti passive income karena tanpa melakukan apapun, Kamu tetap mendapatkan penghasilan minimal setahun sekali.

Keuntungan Capital Gain

Ketika kinerja perusahaan bagus, harga saham bisa melambung tinggi. Ini juga merupakan keuntungan bagi pemegang saham. Selain mendapatkan dividen, Kamu juga bisa menjual saham untuk mendapatkan keuntungan.

Artikel Populer:  13 Investasi Modal Kecil yang Menguntungkan untuk Pemula

Cara Kerja Saham untuk Trading

Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham dan Trading

Cara memulai trading saham juga tidak rumit. Bedanya dengan investasi saham, Kamu tidak menyimpan saham dalam waktu lama. Dapat dikatakan bahwa trading saham merupakan investasi jangka pendek.

Dipengaruhi oleh Naik Turunnya Harga Saham

Umumnya, agar trading saham menguntungkan, Kamu perlu membeli saham dengan harga beli yang relatif murah. Kemudian tawarkan kepada investor lain saat harganya naik.

Kamu juga akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain. Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya tidak semudah itu. Berbeda dengan harga barang dan jasa, harga saham berfluktuasi. Karena itulah perlu strategi khusus untuk menghadapi saham yang harganya sering membingungkan.

Target Keuntungannya tidak banyak

Kamu bisa mendapatkan keuntungan dalam bentuk capital gain. Untuk berhasil mendapatkannya, Kamu perlu menetapkan target profit. Ketika persentase keuntungan tercapai, Kamu bisa langsung menutup transaksi.

Menentukan target profit ini akan membantu Kamu meraih capital gain secara konsisten. Misalnya, Kamu menetapkan target profit 10% setiap hari. Kenapa untungnya tidak banyak? Hal ini untuk meminimalkan risiko transaksi saham yang tinggi.

Hasilkan keuntungan yang konsisten setiap hari dengan keuntungan yang tidak jauh lebih baik daripada menetapkan target Kamu terlalu tinggi, tetapi tidak pernah menghasilkan keuntungan.

Memerlukan Analisis Teknis

Cara kerja saham dalam trading bergantung pada analisis teknis untuk pengambilan keputusan. Caranya dengan mempelajari pergerakan grafik itu sendiri.

Kamu tidak perlu membuat grafik karena Kamu bisa dengan mudah menemukannya di aplikasi saham yang Kamu gunakan. Untuk memahaminya, Kamu perlu belajar dari dasar-dasarnya.

Begitulah Cara Kerja Investasi Saham dan Trading. Kamu bisa memilih aktivitas untuk mendapatkan keuntungan tersebut sesuai dengan tujuan investasi Kamu. Setelah memahami keduanya, Kamu bisa lebih fasih dalam berinvestasi atau trading.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.