Pengertian DevOps

Mengenal Apa Itu DevOps? Berikut Pengertian DevOps dan Cara Kerjanya

Sebagai seorang programmer, kamu mungkin sering mendengar istilah “DevOps”. Pembahasan artikel ini sangat menarik karena DevOps bukanlah sejenis perangkat lunak, aplikasi, teknologi, atau alat. Sebaliknya, itu adalah prinsip atau pola pikir yang digunakan dalam dunia IT. Jadi apa pengertian DevOps itu?

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak perusahaan raksasa seperti Amazon, Walmart, atau Google memilih untuk menggunakan solusi DevOps agar proses pengiriman produk bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Selain itu, solusi DevOps juga telah terbukti memberikan berbagai manfaat seperti mampu menghasilkan kolaborasi tim yang lebih baik, menjaga kualitas produk, dan masih banyak lagi.

Walaupun saat ini solusi DevOps semakin banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar, namun kenyataannya hingga saat ini masih banyak orang yang bingung dan tidak memahami pengertian DevOps itu sendiri. Beberapa orang berpikir bahwa DevOps adalah budaya, pendekatan, atau filosofi. Sementara beberapa yang lain berpikir bahwa DevOps adalah sebuah metodologi.

Jadi, apa itu DevOps? Tenang! Jika kamu masih asing dengan DevOps, pada artikel kali ini EnkaMedia.com akan menjelaskannya secara lengkap. Yuk simak penjelasannya!

Pengertian DevOps?

Mengenal Apa Itu DevOps? Berikut Pengertian DevOps dan Cara Kerjanya

DevOps merupakan singkatan dari dua kata yaitu Development dan Operation. Dimana kedua kata tersebut berarti “operasi pengembang”. Seperti disebutkan sebelumnya, DevOps adalah prinsip pengembang untuk mengkoordinasikan antara tim pengembangan dan tim operasi secara efektif dan efisien.

Pola pikir yang dibentuk oleh DevOps adalah koordinasi antar tim yang bisa dilakukan dengan cara yang singkat sehingga tidak memerlukan banyak pertanyaan. Tim operasi atau pengembangan hanya mengonfigurasi beberapa komponen yang diperlukan melalui prosedur yang dibuat.

Tentu saja koordinasi yang diterapkan pada DevOps membutuhkan sebuah alat. Ada banyak tools yang bisa kamu gunakan, salah satunya adalah Source Code Management (SCM) yang biasa digunakan oleh tim developer. Produk SCM yang paling terkenal adalah Git, disertai dengan Source Code Repository (SCR) seperti GitHub, GitLab, Bitbucket, atau lainnya. Namun, SCM saja tidak cukup untuk berkomunikasi antara tim pengembangan dan tim operasional.

Artikel Populer  Mengenal Apa Itu NFT (Non-Fungible Token), Pengertian, Cara Kerja dan Karaketistiknya

Agar tim operasional bisa mengetahui masalah yang terjadi, biasanya mereka akan dihubungkan dengan Product Management Software, seperti Jira. Melalui Software Manajemen Produk, tim operasi bisa mengetahui berbagai masalah yang terjadi pada sistem/aplikasi. Sehingga antara pihak pembangunan dan operasional akan saling terhubung.

Tujuan DevOps

Mengenal Apa Itu DevOps? Berikut Pengertian DevOps dan Cara Kerjanya

Tujuan DevOps adalah untuk membangun komunikasi yang erat, integrasi, otomatisasi, dan kolaborasi di antara semua orang. DevOps memiliki tujuan untuk menghasilkan:

  • Memotong biaya infrastruktur.
  • Menghasilkan budaya kerja yang baik.
  • Mempercepat waktu pengiriman produk.
  • Menjaga stabilitas dan keandalan sistem.
  • Mengurangi hambatan komunikasi antar tim .
  • Mempersingkat waktu perbaikan dan pemulihan aplikasi.
  • Beradaptasi dengan pasar dan persaingan dengan cepat.

Seperti dikutip dari atlassian.com, hampir semua (99%) responden mengatakan bahwa Dev Ops memberikan dampak positif bagi organisasi mereka. Tim yang mempraktikkan DevOps memberikan pekerjaan yang lebih baik dan lebih cepat, meminimalkan respons insiden, dan meningkatkan kolaborasi dan komunikasi antar tim.

Manfaat DevOps di Perusahaan

Mengenal Apa Itu DevOps? Berikut Pengertian DevOps dan Cara Kerjanya

Berikut adalah beberapa manfaat jika perusahaan besar, serta startup, memiliki posisi ini di perusahaan.

  1. Tim yang Lebih Produktif

Dengan menggabungkan tim Pengembang dengan tim Operasi, tentunya mereka akan lebih berpeluang untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan lebih efektif.

Hal ini membuat kedua tim akan memiliki satu tujuan yang sama, yaitu untuk bisa meluncurkan fitur atau bug secepat mungkin kepada pengguna. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan produktivitas tim.

  1. Menurunkan Tingkat Human Error

Dengan bantuan beberapa alat yang digunakan seperti server di Cloud (AWS, GCP, Azure, dll), Jenkins, Ansible, hingga Python, profesi ini bisa membuat sistem di mana Pengembang cukup mengetik 1 perintah untuk secara otomatis mengunggah kode mereka ke server, dan begitu juga sebaliknya.

Semua bisa dilakukan tanpa mengganggu developer lain, server lain, atau tanpa campur tangan manual dari tim Operations. Dengan cara ini, semuanya sepenuhnya otomatis sehingga risiko terjadinya Human Error berkurang.

  1. Mempercepat proses pengembangan Aplikasi dan mengurangi risiko kegagalan

Ketika tim Pengembang telah diberi kebebasan untuk menerapkan kode, dan mengembalikan kode itu sendiri, pengembang dapat menulis kode secara lokal di laptop dan mengunggah kode ke server pengujian.

Artikel Populer  Mengenal Apa Itu Cookie Browser, Fungsi, Jenis dan Cara Mengelolanya

Setelah itu QA/Tester melakukan pengecekan kemudian developer mengupload code tersebut ke Production Server. Langkah ini lebih cepat, lebih efisien, dan mengurangi risiko kegagalan dibandingkan jika tim Pengembang dan tim Operasi dipisahkan.

Tools yang Digunakan DevOps

Mengenal Apa Itu DevOps? Berikut Pengertian DevOps dan Cara Kerjanya

Setelah kamu memahami pengertian DevOps, lantas apa saja tools yang digunakan di DevOps? Melalui berbagai referensi, ternyata ada banyak tools untuk mengimplementasikan DevOps yang harus kamu ketahui.

  1. Build Server

Build server juga dikenal sebagai Continuous Integration server (CI) di DevOps. Peran build server adalah untuk secara otomatis mampu mengkompilasi, membangun, dan menguji setiap versi kode baru yang dimasukkan ke dalam repositori. Dalam suatu operasi, build server bisa secara otomatis menerapkan aplikasi yang sedang diuji ke Tim QA.

Build server di DevOps adalah lingkungan terpusat yang stabil dan andal untuk membangun proyek pengembangan berbasis distribusi. Build server dilakukan dengan mengkompilasi kode sumber (Source Code Repository) ke dalam basis kode untuk proses eksekusi. Beberapa contoh alat untuk membangun server yang umum digunakan di DevOps antara lain SonarQube, Artifactory, dan Jenkins.

  1. Source Code Management

Melalui repositori sumber, pengembang bisa memeriksa dan memodifikasi kode tanpa perlu saling menulis. Kontrol sumber mungkin telah ada selama 40 tahun, tetapi merupakan komponen utama dari Continuous Integration atau CI. Contoh produk yang berfungsi sebagai SCM adalah Git, Subversion, Cloudforce, Bitbucket, dan TFS.

  1. Configuration Management

Dalam DevOps atau pengembangan perangkat lunak secara umum, manajemen konfigurasi mengacu pada proses di mana semua perangkat lunak dipelihara dan dikonfigurasi. Setiap jalur pengembangan memerlukan beberapa lingkungan untuk berbagai tujuan seperti pengujian unit, integrasi, penerimaan, pemuatan, sistem, hingga pengguna akhir.

Configuration management sangat penting dalam infrastruktur DevOps karena fungsinya dalam memfasilitasi kecepatan, akurasi, dan efisiensi pekerjaan pengembangan. Secara umum, Configuration Management diperlukan untuk menyiapkan kerangka kerja yang nantinya akan dijalankan atau didorong oleh DevOps. Beberapa alat untuk manajemen konfigurasi ini adalah Chef, Puppet, Jira, Ansible, Saltstack, dan CFEngine.

  1. Virtual Infrastructure

Amazon Web Services dan Microsoft Azure adalah contoh virtual infrastructure. Infrastruktur virtual disediakan oleh vendor cloud yang menjual infrastruktur atau Platform as a Service (PaaS). Infrastruktur ini memiliki API yang memungkinkan kamu membuat mesin baru secara terprogram dengan alat manajemen konfigurasi.

Artikel Populer  Pengertian Mockup, Fungsi serta Perbedaanya dengan Wireframe dan Prototype

Alat ini digabungkan dengan alat otomatisasi untuk memberdayakan organisasi pelatihan DevOps dengan kemampuan konfigurasi server tanpa jari di keyboard. Jika kamu ingin menguji kode baru, cukup kirim kode ke infrastruktur cloud untuk membangun lingkungan. Kemudian tes dijalankan tanpa campur tangan manusia.

  1. Test Automation

Test automation adalah proses pengurangan jumlah intervensi manusia dalam proses pengujian perangkat lunak yang dikembangkan di DevOps. Test automation memerlukan kerangka kerja dan alat untuk menulis skrip pengujian yang memverifikasi fungsionalitas aplikasi. Dalam hal ini, DevOps bisa melakukan beberapa hal yang meliputi:

  • Menggunakan kasus uji untuk mendeteksi bug dan menghemat waktu.
  • Menyederhanakan proses dalam kasus uji berkala atau simultan (lebih dari sekali).
  • Mengotomatiskan setiap proses dan secara otomatis meningkatkan keandalan aplikasi.
  • Menggunakan program perangkat lunak untuk menguji aplikasi dan meminimalkan potensi human eror.

Test automation juga identik dengan Continuous Delivery (CD). Beberapa alat yang biasa digunakan pada CD antara lain Selenium, Testsigma, IBM RTF, Tricentis Tosca, dan sebagainya.

Kesimpulan

DevOps adalah instrumen lingkungan kerja di perusahaan IT yang berkembang saat ini. Prinsip ini dibuat dan digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di perusahaan IT untuk mengelola aliran source code dalam hal pengembangan dan operasi.

Saat ini, DevOps Engineer merupakan salah satu profesi yang sedang berkembang dan prospeknya bagus di masa depan. Kamu hanya perlu memenuhi persyaratan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan melalui rekrutmen kerja. Itulah pengertian DevOps, semoga dengan cara ini kamu bisa lebih memahami apa itu DevOps.