Pengertian Cloud Computing

Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Pasti kamu sudah sering mendengar istilah cloud computing dan mungkin juga pernah menggunakan teknologi tersebut. Namun pernahkah kamu meneliti lebih dalam pengertian cloud computing, bagaimana cara kerjanya, hingga manfaat cloud computing itu sendiri?

Sederhananya, cloud computing adalah metode penyampaian berbagai layanan melalui internet. Contoh sumber daya yang dimaksud adalah aplikasi seperti penyimpanan data, server, database, jaringan, dan perangkat lunak.

Alih-alih menyimpan banyak file di hard drive atau penyimpanan lokal di komputer atau ponsel kamu, penyimpanan berbasis cloud memungkinkan kamu menyimpan file selama kamu memiliki akses ke internet.

Cloud computing menjadi pilihan yang populer karena memiliki banyak keunggulan, seperti penghematan biaya, peningkatan produktivitas, kecepatan, efisiensi, kinerja, dan keamanan. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak perusahaan atau orang yang menggunakan cloud untuk menyimpan data. Disini EnkaMedia.com akan berbagi informasi tentang pengertian cloud computing.

Pengertian Cloud Computing

Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Cloud Computing dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Komputasi Awan. ‘Komputasi’ diterjemahkan sebagai kombinasi penggunaan teknologi komputer, sedangkan ‘Awan’ adalah metafora untuk pengembangan infrastruktur berbasis internet.

Secara harafiah, pengertian cloud computing adalah suatu teknologi yang mengolah sumber daya komputasi melalui jaringan internet, sehingga bisa menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainnya.

Dengan cloud computing kamu tidak perlu lagi menyimpan data dalam bentuk hard file atau di hard disk. Selama kamu memiliki jaringan internet, maka kamu bisa menyimpan dan mengaksesnya di mana pun kamu berada.

Berdasarkan hak akses yang dimiliki atau sistem yang digunakan, cloud computing dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Private Cloud: Jenis ini biasanya digunakan pada suatu organisasi atau perusahaan yang membutuhkan tingkat keamanan data yang tinggi. Itulah mengapa disebut private karena hanya bisa diakses oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi tersebut.
  • Public Cloud: Public cloud bisa diakses oleh siapa saja dan tidak memerlukan biaya, kamu bisa menggunakan semua fitur dan layanannya selama ada jaringan internet. Contoh public cloud seperti Instagram, Facebook, Youtube, Gmail dan masih banyak lagi.
  • Community Cloud: Hampir sama dengan private cloud, akan tetapi community cloud bisa diakses oleh pihak luar yang masih memiliki hubungan dengan instansi terkait. Selain itu, jaringan di community cloud juga bisa dibuka untuk akses publik.
Artikel Populer  Mengenal Apa Itu NFT (Non-Fungible Token), Pengertian, Cara Kerja dan Karaketistiknya

Cara Kerja Cloud Computing

Setiap varian cloud computing memiliki dua faktor yang sama pada umumnya, yaitu data center yang berada di luar dan harus memiliki internet untuk mengaksesnya. Sumber daya server di pusat data ini dikumpulkan untuk membuat platform yang sangat besar yang siap mengakomodasi layanan virtual.

Sumber daya yang dikumpulkan ini diatur agar fleksibel, sehingga penggunanya bisa mengakses lebih banyak ruang penyimpanan jika diperlukan. Demikian pula, sumber daya yang tidak digunakan akan dilepaskan kembali ke cloud saat tidak lagi dibutuhkan.

Penggunaan sumber daya berdasarkan permintaan ini menawarkan skalabilitas dan fleksibilitas yang hampir tidak terbatas. Pasalnya, kebutuhan kamu akan cloud computing selalu berubah atau dinamis.

Jenis Layanan Cloud Computing

Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Layanan Cloud Computing tersedia dalam berbagai jenis sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berikut ini adalah beberapa jenis cloud computing yang bisa kamu gunakan:

  1. Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS), Layanan cloud jenis ini disediakan dalam bentuk perangkat lunak. Contoh SaaS adalah Google Apps (Docs, Sheets, dll.), Office 365, dan Adobe Creative Cloud. Beberapa contoh perangkat lunak tersebut adalah langganan gratis dan berbayar.

Dalam Layanan SaaS, pengguna layanan hanya perlu menggunakan aplikasi tanpa harus memahami dan mengelola bagaimana data disimpan atau bagaimana aplikasi dipelihara, karena ini adalah layanan yang disediakan oleh penyedia layanan.

  1. Platform as a Service (PaaS)

Platform as a Service (PaaS) adalah solusi cloud computing yang menyediakan lingkungan sesuai permintaan untuk mengembangkan, menguji, menjalankan, dan mengelola aplikasi perangkat lunak. Dengan PaaS, penyedia cloud akan menghosting semuanya mulai dari server, jaringan, penyimpanan, perangkat lunak sistem operasi, middleware, dan database di pusat data mereka.

Artikel Populer  Mengenal Apa Itu MySQL, Pengertian MySQL, Fungsi, dan Cara Kerjanya

PaaS disediakan khusus agar tim pengembang bisa dengan cepat membuat website atau aplikasi mobile. Layanan ini juga disediakan agar tim pengembang tidak perlu khawatir dengan infrastruktur server, storage, jaringan, dan database yang dibutuhkan dalam proses pengembangan.

  1. Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service (IaaS) memungkinkan kamu untuk lebih fleksibel dalam mengelola sumber dayanya. Jika di SaaS kamu hanya perlu memahami cara menggunakan aplikasi, IaaS mengharuskan kamu memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola perangkat lunak komputer.

Namun bedanya, kamu tidak perlu memiliki perangkat komputer fisik. Sistem kerja IaaS adalah menyewakan komputer virtual yang bisa kamu kelola dan gunakan sesuai keinginan. Beberapa contoh implementasi IaaS yang cukup populer adalah DigitalOcean, Linode, AWS, Cisco Metacloud.

Keuntungan Menggunakan Cloud Computing

Pengertian Cloud Computing, Cara Kerja, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Cloud computing tidak hanya bisa mengakses file dari jarak jauh. Berkat cloud computing, pengguna bisa memeriksa email di komputer mana pun, atau bahkan menyimpan dan mengakses file dari mana saja seperti Dropbox atau Google Drive.

Dengan demikian, perusahaan yang menggunakan cloud bisa memangkas biaya secara signifikan. Sebelum ada cloud, perusahaan harus membeli, memiliki, membangun manajemen teknologi informasi (TI) mereka sendiri. Di sisi lain, dengan cloud, perusahaan hanya membutuhkan server pusat dan divisi IT untuk memastikan internet mereka cepat dan stabil, sehingga karyawan mereka bisa berinteraksi dengan cloud secara online.

Cloud memungkinkan karyawan menghemat ruang penyimpanan di laptop atau komputer. Ketika ada software atau program yang perlu diupdate, download saja tanpa menggunakan cara tradisional seperti menggunakan disk atau flashdisk.

Misalnya Adobe, pengguna bisa mengakses aplikasi melalui Creative Cloud dengan model berlangganan. Ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh versi terbaru dan memperbaiki program dengan lebih mudah.

Artikel Populer  Pengertian Proxy Server, Cara Kerja, Fungsi dan Jenis-jenisnya

Penyedia Layanan Cloud Computing Paling Populer

Setelah kamu memahami pengertian cloud computing, kamu mungkin tertarik untuk menggunakannya. Saat ini terdapat berbagai penyedia layanan cloud computing yang bisa membantu pemilik usaha kecil, menengah, dan besar.

Dengan adanya penyedia layanan atau service provider cloud computing, perusahaan bisa lebih fokus pada hal-hal bisnis inti mereka seperti mengembangkan dan mengoperasikan layanan, melakukan aktivitas pemasaran, memproduksi dan mendistribusikan barang, serta aktivitas pendukung bisnis lainya.

Mereka tidak perlu lagi membangun dan berinvestasi dalam infrastruktur IT cloud computing mereka sendiri, karena mereka bisa menyerahkan masalah tersebut kepada penyedia cloud computing. Penyedia layanan cloud adalah perusahaan pihak ketiga yang menawarkan platform, infrastruktur, aplikasi, atau layanan penyimpanan berbasis cloud.

Daripada harus membeli dan memelihara pusat data server fisik kamu sendiri. Kamu bisa mengakses layanan teknologi, seperti daya komputasi, penyimpanan, dan database, sesuai kebutuhan dari penyedia layanan cloud computing. Berikut adalah 5 penyedia cloud computing paling populer yang bisa kamu gunakan.

  1. Amazon Web Services
  2. Microsoft Azure
  3. Google Cloud Platform
  4. Alibaba Cloud
  5. IBM Cloud

Kesimpulan

Pada dasarnya cloud computing adalah penyampaian layanan komputasi seperti server, penyimpanan, database, jaringan, perangkat lunak, dan lainnya melalui internet. Dengan layanan cloud computing ini, kamu bisa menyimpan program atau data melalui internet dan bukan di komputer atau hard drive kamu.

Di era digital ini, semakin banyak perusahaan yang beralih menggunakan layanan cloud computing dan mendapatkan berbagai keuntungan. Beberapa di antaranya mampu memudahkan kamu untuk bisa bekerja di mana saja, lebih mudah mengelola data, meningkatkan kolaborasi tim, dan masih banyak lagi.

Setelah mengetahui pengertian cloud computing, tanpa disadari sebenarnya kamu sudah sering menggunakannya, hanya saja sebagian besar pengguna masih baru dan belum mengetahui apa itu cloud computing dan bagaimana cara kerjanya. Semoga setelah membaca artikel ini kamu bisa menggunakan layanan cloud ini semaksimal mungkin.